Termasuk tipe apakah diri Anda

Termasuk tipe apakah diri Anda

Termasuk tipe apakah diri Anda
Termasuk tipe apakah diri Anda

Manusia dilahirkan dengan kelebihan yang berbeda-beda dengan manusia lainnya. Begitu pun dengan cara mereka menyerap informasi, ada yang menggunakan semua indera yang di milikinya, ada yang hanya menggunakan 1 atau 2 dari indera yang mereka punya. Adapun metode yang membahas tentang cara penyerapan informasi adalah modalitas.
Modalitas belajar adalah cara kita menyerap informasi melalui indera yang kita miliki. Masing-masing orang mempunyai kecenderungan berbeda-beda dalam menyerap informasi. Terdapat tiga modalitas belajar ini, yaitu apa yang sering disingkat dengan VAK: Visual, Auditory, Kinestethic.

Visual
Modalitas ini menyerap citra terkait dengan visual, warna, gambar, peta, diagram. Model pembelajar visual menyerap informasi dan belajar dari apa yang dilihat oleh mata. Beberapa ciri dari pembelajar visual di antaranya adalah:
• Mengingat apa yang dilihat, daripada yang didengar.
• Suka mencoret-coret sesuatu, yang terkadang tanpa ada artinya saat di dalam kelas
• Pembaca cepat dan tekun
• Lebih suka membaca daripada dibacakan
• Rapi dan teratur
• Mementingkan penampilan, dalam hal pakaian ataupun penampilan keseluruhan
• Teliti terhadap detail
• Pengeja yang baik
• Lebih memahami gambar dan bagan daripada instruksi tertulis

Auditory
Model pembelajar auditory adalah model di mana seseorang lebih cepat menyerap informasi melalui apa yang ia dengarkan. Penjelasan tertulis akan lebih mudah ditangkap oleh para pembelajar auditory ini. Ciri-ciri orang-orang auditorial, di antaranya adalah:
• Lebih cepat menyerap dengan mendengarkan
• Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
• Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
• Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara.
• Bagus dalam berbicara dan bercerita
• Berbicara dengan irama yang terpola
• Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat
• Suka berbicara, suka berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu panjang lebar
• Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
• Suka musik dan bernyanyi
• Tidak bisa diam dalam waktu lama
• Suka mengerjakan tugas kelompok

Kinestetik
Model pembelajar kinestetik adalah pembelajar yang menyerap informasi melalui berbagai gerakan fisik. Ciri-ciri pembelajar kinestetik, di antaranya adalah:
• Selalu berorientasi fisik dan banyak bergerak
• Berbicara dengan perlahan
• Menanggapi perhatian fisik
• Suka menggunakan berbagai peralatan dan media
• Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka
• Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang
• Mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar
• Belajar melalui praktek
• Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
• Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca
• Banyak menggunakan isyarat tubuh
• Tidak dapat duduk diam untuk waktu lama
• Menggunakan kata-kata yang menandung akso
• Menyukai buku-buku yang berorientasi pada cerita
• Kemungkinan tulisannya jelek
• Ingin melakukan segala sesuatu
• Menyukai permainan dan olah raga.

Apabila kita bisa menguasai ketiga tipe diatas, maka akan sangat memudahkan bagi kita untuk berkomunikasi dengan setiap orang, dengan mengetahui tipe apa yang dimiliki lawan bicara kita.
Misalnya, jika kita ingin mendekati tipe seorang yang kinestetis maka sentuhlah hatinya. Karena tipe ini kurang mengungkapkan apa yang ia rasa, bukan berarti dia tidak mengungkapkan tetapi dia mengungkapkan dalam hatimya.
Sedangkan untuk mereka yang mempunyai tipe visual, mereka cenderung memperhatikan apa yang disekeliling mereka.
Dan untuk tipe auditory, mereka lebih menyerap apa yang dia dengar ketimbang apa yang dia lihat.

Contoh:
1. Apabila pacar Anda marah pada maka untuk tipe kinestetis ini, Anda bisa meluluhkan hatinya dengan menyentuhnya , belai rambutnya atau apapun yang menunjukkan perhatian dalam bentuk fisik.
Untuk menghadapi tipe kinestesis ini memang di butuhkan kesabarn yang lebih, karena memang dia lebih mengutamakan perasaan tapi dia kurang mengungkapkannya.

2. Jika suatu ketika Anda membuat sebuah janji dengan pasangan Anda tetapi terjadi kesalahpahaman disana, Anda mengatakan “kita ketemu jam set5 ….. “ tetapi pasangan anda datang lebih awal, misalnya dia datang jam 3, dia bilang “tadi bilang katanya jam 3 …. “
Dalam hal ini bukan berarti dia lupa akan janjinya. Tetapi mungkin dia ini memang tipe visual jadi dia lebih menyerap informasi dari apa yang ia lihat di sekelilingnya dibandingkan apa yang dia dengar.

Sumber : https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/