Tokoh Bangsa Tak Pernah Berseberangan

Tokoh Bangsa Tak Pernah Berseberangan

Tokoh Bangsa Tak Pernah Berseberangan
Tokoh Bangsa Tak Pernah Berseberangan

Putra Sutomo alias Bung Tomo, Bambang Sulistomo, menyambut baik gagasan rekonsiliasi yang diusung PKS. Bagi Bambang, pertemuan ahli waris pemimpin dan pahlawan bangsa bukan rekonsiliasi sebab para tokoh bangsa itu tidak pernah berseberangan.

Berikut petikan wawancara detikcom dengan putra Bung Tomo, Bambang Sulistomo, Jumat (14/11/2008):

Apakah Bapak selaku putra Bung Tomo akan memenuhi undangan PKS untuk menghadiri dialog Kebangsaan?

Ya, saya akan datang. Acara itu akan digelar tanggal 19 November 2008.

Bagaimana dengan gagasan rekonsiliasi ahli waris pemimpin bangsa yang diusung PKS?

Ini bukan hanya rekonsiliasi. Tokoh-tokoh ini tidak pernah berseberangan, mereka pejuang bangsa. Kecuali, berhadapan dengan yang berkhianat pada negara Republik Indonesia.

Saya kira ini bukan rekonsiliasi, tetapi pemupukan kembali cita-cita perjuangan, harapan dan impian bangsa. Saya menyambut baik. Bangsa ini rindu dengan nilai-nilai perjuangan 45, nonmaterialistik seperti pejuang masa lalu. Tidak memikirkan harta benda dan pangkat. Sekarang, masalah selesai karena materi, tetapi ternyata tidak selesai juga. Ini untuk kembalikan spirit itu.

Anda masih menjalin komunikasi dengan anak pemimpin bangsa seperti anak Bung Karno dan anak Soeharto?

Saya kenal baik. Kalau komunikasi dengan anak Soekarno, saya komunikasi langsung dengan Rahma, Sukma, Mas Guntur dan Guruh. Kalau dengan Mega tidak.

Dengan anak Soeharto, saya ketemu Mbak Tutut 2 tahun lalu saat acara Munas Taman Siswa. Mbak Tutut menjadi pembicara, saya moderatornya.

Tanggapan Anda soal iklan PKS yang menampilkan wajah Bung Tomo?

Saya bersyukur karena sudah ada pengakuan formal, kemarin hanya dari masyarakat saja. Saya biasa-biasa saja. Bapak saya kan dahulu diasingkan secara politis.

Bagaimana dengan ajakan PKS menghapuskan dendam masa lalu?

Sejarah harus menunjukkan benar dan salah. Harus ada patokan mana yang benar dan mana yang salah karena kita tidak tahu salah dan tidak jika tidak diperbaiki.

Pesan apa yang akan disampaikan Anda selaku ahli waris pahlawan bangsa?

Jangan sampai kemajemukan dipakai untuk adu domba. Jangan kemajemukan dipakai untuk memperkokoh, merebut kekuasaan. Tetapi, kemajemukan harus dijaga.

Sumber : https://freemattandgrace.com/